SEMUA TENTANG TUGAS

Kamis, 20 Maret 2014

mpl

Manajemen Perangkat Lunak
Pada pembukaan bukunya tentang manajemen perangkat lunak (MPPL), Mieler Page Jones [PAG85] membuat pernyataan yang dapat di banggakan oleh banyak konsultan rekayasa perangkat lunak,yang berbunyi “ Saya telah mengunjungi banyak toko komersial baik yang buruk maupun yang baik, dan saya telah menilai para manajer pemroses data, yang baik maupun buruk. 
Sangat sering juga saya melihat dengan perasaan takut ketika manajer-manajer tersebut secara sia-sia bertarung melalui proyek yang penuh mimpi buruk, melihat di bawah batas waktu yang tidak mungkin dipenuhi, atau sistem penyampaian yang membuat kecewa/marah pemakai mereka dan terus menelan batas waktu pemeliharaan”.
Yang digambarkan oleh Page Jones adalah gejala yang berasal dari serangkaian masalah teknis dan manajemen. Tetapi bila dilakukan evaluasi pada setiap proyek yang baru saja berakhir, sangat dapat dipastikan akan ada tema yang konsisten akan terjadi (manajemen proyek yang lemah). Wisata pikiran akan mengajak pembaca untuk belajar dan mengenal untuk sedikit membuka wawasan kita untuk mengerti bagaimana sih Kegiatan - kegiatan Manajemen Perangkat Lunak (MPL) serta beberapa pengertian dari manajemen perangkat lunak.
Pengertian Manajemen Perangkat Lunak
Proyek merupakan suatu tugas yang perlu dirumuskan untuk mencapai sasaran yang dinyatakan secara konkrit serta harus diselesaikan dalam suatu periode tertentu dengan menggunakan tenaga manusia dan ala-alat yang terbatas dan begitu kompleks sehingga dibutuhkan pengelola dan kerja sama yang berbeda dari yang biasanya digunakan.
Kumpulan kegiatan termasuk sumber daya dan waktu yang diperlukan, yang diorganisasikan dan bersifat sementara untuk mencapai tujuan yang ditetapkan. Manajemen Proyek dilaksanakan dengan tujuan untuk Optimasi penggunaan sumber daya guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Untuk mencapai tujuan tersebut manajemen Proyek harus dilaksanakan dengan cara :
  •  Adanya koordinasi Horisontal antar pelaksana yang tidak terlalu birokratis, sehingga pelaksanaan kegiatan dapat secara luwes dan cepat dilakukan antisipasi bila terjadi penyimpangan.
 Adanya penanggung jawab tunggal, biasanya oleh pimpinan proyek yang berfungsi sebagai pusat informasi, integrator antar komponen yang terlibat dan sekaligus pelaksanaan koordinasi dengan pihak di luar proyek.

0 komentar:

Posting Komentar